Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?
 
 

Akuarium Laut Terbaik Indonesia (ALTI)
Desember 2013

"Rumah Kita" oleh Tony Zunaedi

Pengenalan

Puji syukur kepada Tuhan akuarium saya bisa terpilih masuk dalam ALTI. Tidak menyangka dan terharu begitu mendapat kabar bahwa “rumah kita” masuk dalam ALTI. Sebenarnya akuarium teman-teman diforum kita ini sangat bagus-bagus saya yakin dari pihak penilai akan sangat kebingungan dalam memilih nominasinya.
Saya sangat bangga sekali bisa bergabung di forum ini karena diforum ini rasa persaudaraan lebih tercipta dan bisa saling menghormati suatu perbedaan. Terlebih di forum ini ada kontes akuarium laut (ALTI) yang dapat memberi motifasi kepada kita agar bisa menjaga akuarium kita dengan baik.

Latar Belakang

Saya menekuni hobi memelihara ikan sejak dibangku SD, kebetulan orang tua saya juga penghobi memelihara ikan. Awalnya saya memelihara ikan air tawar dan mulai belajar Aquascape sampai sekitar tahun 2000. Diakhir tahun 2001 saya mulai belajar memelihara ikan air laut, mantan pacar (sekarang jadi istri tercinta) yang mulai memperkenalkannya. Kebetulan kakak saya adalah seorang guru biologi dan salah satu sepupu saya kuliah di jurusan ekologi kelautan jadi saya banyak menimba ilmu dari mereka.
Awalnya saya hampir putus asa dalam memelihara ikan laut beserta terumbu karang kerena bagi saya hal itu sangat sulit sekali, dan di daerah saya (daerah pesisir pantai) merupakan daerah yang sulit akses internetnya (waktu itu) jadi tanpa ada referensi apapun kecuali jika kakak saya atau saudara saya berkunjung baru saya bisa mendapat sedikit pengetahuan tentang ekologi kelautan. Bersama teman-teman didesa saya mulai mencoba sistem yang selama ini saya gunakan walaupu tak jarang kami gagal tetapi kami terus mencoba dan akhirnya kami bisa menemukan kesalahan kami untuk dibenahi. Sistem yang saya gunakan belum sempurna masih banyak hal yang perlu digali lagi dan butuh banyak sekali pengetahuan untuk mengungkap rahasia alam. Dalam sistem natural kelihatannya simpel tetapi sebenarnya jika kita mau menggalinya maka akan lebih rumit dari kelihatannya banyak hal yang saling berhubungan agar tercipta suatu keseimbangan alam.

Aquarium saat ini

Akuarium “rumah kita” merupakan akuarium terusan dari akuarium yang ada di desa dulu. Pada tahun 2010 saya pindah tugas di kota Malang yang sebelumnya di Kabupaten Malang dan biota yang ada di akuarium lama sebagian saya bawa ke “rumah kita” dan sebagian lagi mati karena tidak terurus sebab orang tua didesa tidak bisa memeliharanya. Akuarium “rumah kita” mulai dibangun pada bulan agustus 2010 dengan ukuran akuarium 80cm x 60cm x 50cm, waktu cycling sekitar 3 bulan tanpa ada biota kecuali macro algae sehingga tampak seperti aquascape. Setelah bulan ke empat barulah masuk beberapa terumbu karang dan ikan secara perlahan.
Sistim yang saya pakai bisa dibilang “sistim natural” karena yang saya pakai hanya mengandalkan alam kecuali pada lampu, wave maker dan filter mekaniknya. Dalam sistim ini kesabaran sangat mutlak diperlukan jadi kita tidak boleh seenaknya saja dalam memasukkan biota kedalam akuarium. Sistim natural menurut saya lebih ekonomis jika dibanding dengan sistim yang lain asalkan dilakukan dengan benar dan pengetahuan yang cukup terlebih lagi kesabaran sangat dibutuhkan dalam sistim ini. Saya berpesan kepada teman-teman jika ingin menggunakan “sistim natural” mohon dipahami dahulu bagaimana cara dan prosesnya jangan langsung memraktekkan sebelum memahami cara dan prosesnya, dalam sistim natural tidak mengenal kata “instan” semua butuh waktu dan proses untuk menyeimbangkannya.

Spesifikasi akuarium

  • Main tank : 80cm x 60cm x 50cm menggunakan kaca setebal 5mm
  • Pompa air : satu buah atman 104
  • Wave maker: jebo zp 5000
  • Lampu : Cahaya matahari, dan DIY led 3w 100 buah (40 putih 6500 dan 60 biru 455nm)
  • Filtrasi : filtrasi utama adalah bio filtrasi dan filtrasi pendukung adalah mekanik filtrasi (filter box)

 

System filterasi saat ini

Dalam sistim filtrasi saya mengandalkan filter biologi dan filter mekanik (sebagai pelengkap saja dan juga berfungsi sebagai alat penambah kadar oksigen dalam air). Dalam akuarium saya terdapat beberapa jenis caulerpa, dan tentunya beberapa jenis micro organisme yang berperan sebagai filter biologi. Dalam akuarium ini menggunakan kurang lebih ada 5 bongkahan LR dan yang lainnya adalah DR. Selain itu juga menggunakan LS yang saya ambil langsung dari pantai Ngliyep di desa saya sekitar 100an meter dari bibir pantai ketika surut, saya mengambilnya mencari daerah yang bebas pencemaran agar bisa dipastikan bakteri pengurainya lebih komplek.

 

Pencahayaan

Untuk pencahayaan saya mengandalkan cahaya matahari dengan dibantu cahaya lampu dari DIY led. Cahaya lampu saya nyalakan manual ketika musim hujan diwaktu mendung dan ketika sore hari. Cahaya lampu biasanya nyala jam 2 sore sampai jam 7 petang secara otomatis menggunakan timer tetapi jika waktu cuaca mendumg maka terkadang saya nyalakan jam sebelumnya. Pencahayaan menggunakan matahari menurut saya pribadi mempunyai efek pertumbuhan yang lebih pesat dibanding menggunakan cahaya apapun yang pernah saya gunakan. Tetapi juga mempunyai dampak negatif yaitu suhu tank sulit untuk stabil yang berakibat sulitnya mempertahankan warna pada sps karena saya tidak memakai chiller. Diwaktu musim kemarau suhu akuarium saya bisa mencapai 31 derajat selsius sebelum saya pasangi kipas angin tetapi ketika saya pasangi kipas angin maksimal suhu 28 derajat selsius.

Aditif

  • Kalsium kloride : 200gram saya cairkan kedalam 1,5 liter yang saya masukkan kedalam DIY mesin dosing yang habis selama 1 minggu.
  • Kalsium hidroksida : 2 sendok makan saya cairkan dalam 4 liter air dan saya gunakan sebagai top up (selain top up air tawar murni) secara tetes dalam wadah paralon 2 minggu sekali.
  • Garam inggris : 2 sendok makan yang saya cairkan dalam 1 liter air dan saya tuangkan dalam wadah paralon top up.
  • Baking soda : 10 sendok makan saya cairkan dalam 1,5 liter air dan saya dosingkan menggunakan power head ukuran kecil yang saya atur tetesnya dan terdosing 8 kali dalam 24 jam (diatur menggunakan timer digital). Cairan ini habis dalam 1 minggu.
  • “Dosing diatas hanya secara garis besarnya saja, terkadang saya juga menambahkan atau mengurangi tergantung dari feeling saya.”

Maintenance

  • - Memberi makan ikan setiap hari, sebanyak 3-6 kali per hari (kecuali jika ditinggal mudik).
  • - Top up air tawar menggunakan air PDAM setiap 3 hari sekali.
  • - Membersihkan kaca akuarium 1-2 minggu sekali.
  • - Memotong macro alga 1 minggu – 1 bulan sekali (tergantung kebutuhan).
  • - Memotong coral yang saling bersentuhan karena pertumbuhannya.
  • - Mengganti air 1-2 bulan sekali sebanyak 30-60 liter.

 

Parameter air

PO4 0 ppm (salifert)
NO3 0 ppm (salifert)
Ca 500 ppm (salifert)
KH 8 dKH (salifert)
Mg 1100 ppm (salifert)
Salinitas 1.026 ppm (refraktometer)
Suhu 25-28 derajat selsius

Biota:

Ikan :

  • 1. Letter Six 1 ekor
  • 2. Bletok Kupang 2 ekor
  • 3. Botana Kuning 1 ekor
  • 4. Capungan Ambon 2 ekor
  • 5. Keling liris 1 ekor
  • 6. Roket Anten ungu 1 ekor

    

    

Terumbu karang :

  • 1. Staghorn biru
  • 2. Staghorn hijau
  • 3. Green slimmer acro
  • 4. Bali tricolor
  • 5. Green Blue Tip Tennuis
  • 6. Blue Tennuis
  • 7. Hydnopora
  • 8. Hoeksemai
  • 9. Pink birdnest
  • 10. Suharsonoi
  • 11. Millephora
  • 12. Hyacinthus
  • 13. Montipora digitata merah
  • 14. Montipora capricornis merah
  • 15. Montipora capricornis hijau
  • 16. Batu Bulan
  • 17. Gonio merah
  • 18. Anemon Piring
  • 19. Anemon Piring Gundul
  • 20. Karang Otak Hijau Metalik
  • 21. Xenia Pom Pom
  • 22. Zoanthid
  • 23. Methalic Candy Cane coral
  • 24. Blastomussa

    

    

    

    

    

    

    

    

    

    

    


Permasalahan
Akuarium saya juga tak terlepas dari permasalahan seperti yang sering dijumpai pada akuarium pada umumnya. Wabah white spot juga pernah melanda di akuarium ini sehingga banyak korban ikan yang mati. Kualitas NSW yang kurang baik juga mengakibatkan sps menjadi brownies. Suhu yang kurang stabil mengakibatkan warna terumbu karang dan PE pada SPS kurang maksimal. Akuarium saya juga pernah mengalami crash, karena ujicoba saya masukkan dosing VSV ternyata akuarium saya ndak bisa menerima ramuan itu, untung hal itu segera teratasi akhirnya bisa selamat semua biota yang ada di akuarium hanya saja sps jadi berwarna kecoklatan.


Ucapan terima kasih
Pertama saya ucapkan terimakasih kepada Tuhan karena telah menganugerahkan alam yang begitu luar biasa yang bisa saya nikmati dipagi hari sebelum jam kerja sambil minum kopi buatan istri tercinta, disiang hari ketika ada jam istirahat sekolah sambil memberi makan pada ikan dan juga malam hari ketika mata sulit terpejam.
Kedua saya mengucapkan terimakasih kepada kakak saya, sepupu saya dan juga si “melly” yang ada jauh disana lewat bimbingannya melalui email dan suportnya dalam segala hal. Dari merekalah saya banyak belajar akan sistim akuarium ini.
Ketiga saya mengucapkan terimakasih kepada berbagai club reefer; MRC, JRC,PRC, IRC, Reefer Indoesia, REMAS COY dan juga ndak kalah pentingnya Group Belajar Foto.
Keempat saya mengucapkan banyak terimakasih kepada moderator di club kita ini karena banyak hal yang bisa saya dapatkan dari mereka.
Kelima saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman yang telah memberikan barang ataupun dalam bentuk yang lain di akuarium saya.







©Indoreefclub
Contact Webmaster here